Labels

JUMLAH PENGUNJUNG

Flag Counter
Showing posts with label Lesson. Show all posts
Showing posts with label Lesson. Show all posts
Friday, March 17, 2017

The Impact of Supply Chain Management Practices on Competitive Advantage and Organizational Performance (Review Jurnal)

       Manajemen ratai pasokan telah menjadi cara yang bernilai potensial untuk menjaga keunggulan kompetitif dan peningkatan kinerja organisasi semenjak persaingan tidak lagi antara organisasi akan tetapi antara rantai pasokan. Dari berbagai penelitian mengenai rantai pasokan, penelitian ini mencoba mengatasi berbagai perbedaan yang lebih pada aspek penerapan manajemen rantai pasokan. Karena ketiadaan kerangka terpadu mengurangi kebermanfaatan dari penerapan hasil-hasil penelitian terdahulu tentang manajemen rantai pasokan.
      Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkonsep dan mengembangkan lima dimensi dari penerapan manajemen rantai pasokan serta menguji hubungan antara penerapan manajemen rantai pasokan, keunggulan kompetitif dan kinerja organisasi.
      Penelitian ini menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) dengan mengumpulkan data dari 196 perusahaan.
      Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat lebih tinggi dari penerapan manajemen rantai pasokan bisa meningkatkan keunggulan kompetitif perusahaan dan meningkatkan kinerja organisasi. Pengujian juga menunjukan bahwa keunggulan kompetitif mampu memberikan pengaruh positif secara langsung pada kinerja organisasi.
      Secara empiris penelitian tersebut mengidentifikasi bahwa ada lima kunci dimensi dari penerapan manajemen rantai pasokan dan menggambarkan hubungan antara penerapan manajemen rantai pasokan, keungulan kompetitif, dan kinerja organisasi. Ketiga hal tersebut dengan menjawab pertanyaan (a) apakah organisasi dengan tingkat penerapan manajemen rantai pasokan yang tinggi memiliki tingkat keungulan kompetitif yang tinggi pula; kemudian (b) apakah organisasi dengan tingkat penerapan manajemen rantai pasokan yang tinggi memiliki tingkat kinerja organisasi yang tinggi pula; dan (c) apakah organisasi dengan tingkat keunggulan kompetitif yang tinggi memiliki tingkat kinerja organisasi yang tinggi pula.  Penelitian diuji menggunakan rigorous statistical test termasuk di dalamnya ada convergent validity, discriminant validity, reliability, dan validation of second-order constructs. Dan hasil memberikan bukti secara empiris dalam mendukung konsep dan peryataan perspektif  dalam literatur mengenai dampak dari penerapan manajemen rantai pasokan.
Friday, March 10, 2017

Building your company's vision by James C.Collins and Jerry I. Porras (Review Artikel)

Perusahaan yang menikmati kesuksesan abadi memiliki “nilai inti” dan sebuah “tujuan inti” yang permanen sedangkan strategi-strategi bisnis mereka dan tindakan-tindakan mereka terus menyesuaikan perubahan dunia. Semangat dalam menjaga nilai inti dan tujuan intilah yang memberikan alasan berbagai perusahaan menjadi perusahaan besar seperti HP, 3M, Sony, Motorola, dan Nordstrom sehingga mampu memperbarui perusahaan itu sendiri serta mampu mencapai kinerja yang luar biasa dalam jangka panjang. Peneliti mempelajari perusahaan-perusahaan seperti besar bertujuan untuk belajar dari: kebiasan-kebiasaan sukses perusahaan-perusahaan masa depan. Dan menemukan bahwa mereka telah mengungguli pasar saham umum dengan faktor 12 sejak 1925.
Sesungguhnya perusahaan-perusahaan yang hebat memahami perbedaan antara apa yang seharusnya tidak pernah berubah dan apa yang seharusnya terbuka untuk di ubah. Ini kemampuan langka  dalam mengatur keberlanjutan dan perubahan yang erat pada kemapuan untuk mengembangkan sebuah visi.
Perlu difahami bahwa visi terdiri dari dua komponen penting yakni ideology inti dan pandangan masa depan. Ideology inti adalah ketidak perubahan sedangkan pandangan masa depan adalah kita bercita-cita untuk menjadi, mencapai dan membuat apa.
Untuk core ideology sendiri terdiri dari nilai inti dan tujuan inti. Nilai-nilai inti adalah prinsip-prinsip penting dan abadi dari sebuah organisasi yakni sekumpulan kecil dari pinsip-prinsip yang memandu terus-menerus yang tidak memerlukan penilaian dari luar. Untuk mengidentifikasi nilai inti dari perusahaanmu sendiri,  cobalah dengan sejujur-jujurnya untuk mendefinisikan nilai-nilai apa yang benar-benar ada. Jika kamu mengartikulasikan lebih dari lima atau enam peluang yang ada, kamu sedang membingungkan nilai inti (yang tidak berubah) dengan praktek operasi, strategi-strategi bisnis atau noma budaya (yang seharusnya terbuka untuk berubah). Sebagai evaluasi, jika keadaan-keadaan mengubah dan menghukum kita atas pegangan kita akan sebuah nilai inti, apakah kita terus mempertahankanya? Jika kita tidak bisa menjawabnya dengan jujur “ya”, kemudian nilai tersebut bukan inti dan seharusnya hal tersebut di lepaskan saja dari pertimbangan.
Tujuan inti adalah alasan organisasi dalam menjadi (tidak bingung dengan sebuah cita-cita atau strategi). Hal ini adalah motivasi ideal untuk menjalankan kerja perusahaan. (hal tersebut bisa di capai dengan dengan pertanyaan “kenapa”)
Ideologi inti butuh untuk menjadi berarti dan inspirasi hanya untuk orang-orang didalam organisasi tersebut. Ideologi inti tidak butuh menarik untuk orang di luar organisasi. Ideologi inti adalah orang-orang dalam organisasi yang perlu berkomitmen pada ideology organisasi dalam jangka panjang. Ideologi inti juga memainkan sebuah peran dalam menjelaskan siapa yang berada dalam organisasi dan siapa yang tidak. Kalian tidak bisa menentukan nilai dan tujuan inti baru pada orang-orang yang mana mereka harus dipengaruhi untuk membagikan nilai inti dan tujuan inti kalian, atau biarkan mereka pergi ke tempat lain.
Kompetensi-kompetensi inti seharusnya selaras dengan baik dengan sebuah ideologi inti perusahaan dan sering berakar di dalamnya. Akan tetapi ideologi dan komptensi tidaklah sama. Kompetensi inti adalah sebuah konsep strategi yang mendifinisikan kemampuan-kemampuan organisasi kalian  (bagus dalam bidang apa kalian). Sedangkan ideology inti  menggambarkan untuk apa kalian berdiri dan kenapa kalian ada.
Invisioned future (gambaran masa depan) terdiri dari dua bagian yakni sebuah mimpi yang berani untuk 10 sampai 30 tahun dan gambaran nyata tentang seperti apa perusahaan akan mencapai tujuan tersebut.
Sebuah perusahaan pasti memiliki (BHAG) tujuan besar dan berani (sebuah titik fokus pemersatu yang menarik dan jelas pada usaha dan sebuah perubahan baru pada semangat tim). Hal tersebut memiliki sebuah garis penyelesaian, jadi organisasi bisa mengetahui kapan hal tersebut telah mencapai tujuan. BHAG bukan berarti sebuah taruhan yang meyakinkan (BHAG akan memiliki mungkin 50%-70% tingkat keberhasilan) tapi organisasi harus percaya bahwa hal tersebut mampu mencapai tujuan bagamanapun juga.
Gambaran nyata adalah gambaran semangat, menarik dan spesifik dari seperti apa perusahaan akan mencapai BHAG tersebut. Memikirkan hal tersebut seperti menerjemahkan visi dari kata-kata menjadi gambar-gambar.
Sebuah hubungan langsung pada dinamika dasar pada perusahaan-perusahaan visioner: mempertahankan inti dan mendorong kemajuan. Membangun organisasi yang visioner adalah dengan 1% visi dan 99% keselarasan.
Monday, February 27, 2017

Relationship Between Mission Statement and Company Performance (Review Jurnal)



1.      Pendahuluan
           Dari penelitian tersebut dijelaskan bahwa para manajer dan para peneliti berharap adanya pengaruh yang mungkin besar dari pernyataan misi. Akan tetapi ada beberapa hal yang masih membingungkan dan bahkan bertentangan pada fokus penelitian yang berhubungan antara kinerja perusahaan dan pernytaan misi pada sebuah perusahaan.
2.      Tujuan Penelitian
           Penelitian tersebut bertujuan untuk meneliti hubungan antara kinerja perusahaan dan adanya pernyataan misi perusahaan. Penelitian tersebut hanya berfokus pada pengukuran yang relevan pada kinerja keuangan dan mengabaikan pengukuran lain pada kinerja perusahaan.
3.      Telaah Pustaka
           Untuk grand teori tentang pernyataan misi didasarkan pada teori yang dipaparkan oleh Musek Lesnik (2008) dan Stallworth Williams (2008) tentang beberapa kunci peran dari pernyataan misi.
           Grand teori yang digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan menggunakan teori yang dipaparkan oleh Iglicar dan Hocevar (1997) tentang pengukuran menggunakan ROE, ROA. Dan didukung juga dengan pengukuran menggunakan VAE yang dipaparkan oleh Gorenak dan Pagon (2006).
4.      Metode
           Metode yang digunakan adalah simple random sampling ( metode acak sederhana), dimana perusahaan dibagi berdasarkan kelompok jumlah karyawanya. Kemudian dihitung menggunakan alat bantu SPSS dengan alat ukur  test. Dan kemudian dilanjutkan dengan mengukur menggunakan VAE.
5.      Temuan
           Dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa secara statistik antara perusahaan yang memiliki misi secara impilisit atau eksplisit sangat berbeda secara signifikan dengan perusahaan-perusahaan tanpa misi hal tersebut diukur dengan satu alat ukur yakni VAE. Dan seluruh hubungan antara adanya misi dan tidak ada misi menggunakan alat ukur lain (ROA. ROE) menunjukan lemah dan tidak signifikan secara statistik.
6.      Kesimpulan
            Adanya misi perusahaan serta komunikasinya didalam dan di luar batas perusahaan meningkatkan VAE suatu perusahaan selain itu juga memberikan keuntungan-keuntungan sosial.
            Untuk itu usaha tambahan perlu di tempatkan pada pengembangan pernyataan misi secara intensiv dan usaha tambahan untuk mengembangkan sumberdaya dalam menjalankan hal tersebut. Dibutuhkan juga dukungan dari institusi pendidikan dan lembaga negeri lainya.
            Untuk penelitian selanjutnya yang harus di kerjakan adalah di area kompoen pernyataan misi dan hubuganya dengan kinerja perusahaan. Kemudian untuk data juga kedepnya perlu ditambahkan dengan kumpulan data kualitatif melalui interview.

Dermol, Valerij. 2012. Relationship Between Mission Statement and Company Performance. Manajemen Knowledge and Learning International Conference.
Wednesday, February 6, 2013

PRONOUN (song)

 I take my book for me my self  because this book is mine.

You take your book for you yourself because this book is yours.

We takes our book for us ourselves because this book is ours.

They take their book for them themselves because this  book is theirs.

She takes her book for her herself because this book is hers.

He takes his book for him himself  because this book is his.
Monday, September 19, 2011

Express Vocabularies (FAMILY )


Parents              =orang tua

Father               = bapak


Mother       = ibu

Grand mother = nenek

Grand father   = kakek

Kid/ child            = anak

Son                    = anak laki-laki

Daughter           = anak perempuan

 Sister                = saudara perempuan

Brother              = saudara laki-laki

Elder sister        = kakak perempuan

Elder brother     = kakak laki-laki

Younger sister   = adik perempuan

Younger brother=adik laki-laki