About Me
Entri Populer
Sunday, September 29, 2013
Banyak-Banyak Relasi
16-02 -'13
Selesai nemui teman yg ku kenal saat di sempu yg datang ke belakang kampusku untuk minta file foto saat ke kampus. Yang mengagetkanku saat ku temua tampangnya saat di sempu tak sesuai dengan yang kulihat sekarang ini dia datang dengan membawa mobil warna merah tapi tampang memang tak menjadi patokan saat ini apa lagi style nya sangat tidak bisa di buat patokan sebgai orang kaya dengan badan gemuk, kepala besar dan agak hitam dengan pakaian celana besar tak serasi dengan pakaianya sangat jauh dari pikiranku ini.
tak penting untuk membahas materi orang yang terpenting banyak-banyak relasi di manapun dan siapa pun gak usah perduli dia kaya ato miskin yang terpenting adalah kita harus mampu menempatkan kita pada sikap yang sesuai jangan terpengaruh oleh pergaulan yang jelek kita ku harus mampu mengambil segi positivenya, itu yang terbenak di pikiranku saat itu.
Selesai dari situ saya nyari makan di warung Mak.Dur, warung yang sering kukunjungi karena murah dan banyak orangnya juga baik. Di panggil Mak.Dur karena ibu itu berasal dari madura.
Sesampai di ma'had selesai makan aku teringat sudah seminggu lewat saat adventure ke sempu di tempat yang tak ku bayangkan perjalananya yang ku kira ada jalan setapak yang mudah di jangkau dengan cepat ternyata jalanya tak ada itu hanya hutan belantara yang di paksa di injak-injak orang yang pengen ke sempu. Akhirnya kita juga paksa jalan menginjak i lumpur bercampur batu besar dan kecil serta kadang kala ada yang tajam sampai kaki kananku ada yang berdarah karena menginjaknya,, licin pun menjebak kami sampai kadang mempersulit langkah kami.
Tak semua itu terasa terobati saat sudah dekat dengan pantai yang terdengar ombak dan suara orang-orang yang sudah dulu sampai dan menginap disana.
Disana air tawar adalah barang dengan harga yang mahal karena di pulau itu tak di temukan sedikitpun sumber air tawar. Sehingga semua harus membawa persiapan air sebelum masuk ke pulau sempu. Ada yang cuman sehari langsung balik dan menurutku itu sangat rugi karena tidak sesuai dengan perjuangan untuk melewati jalana berlumpur yang menyulitkan itu.
Kami menyewa tenda yang sangat klasik yang tak kami pikir bahwa ternyata disana semua tenda sudah instan dan modern dan kita agak malu untuk mendirikanya dan serasa di bodohi oleh penyewanya. akhirnya tenda didirikan di sore hari saat kita sudah butuh untuk beristirahat di malam hari.
matahari sudah mulai menyembunyikan sinarnya dan malampun mulai menampakkan gelapnya kamipun bersiap memnyalakan api yang sudah kita siapkan sore tadi. Kita cari kayu kecil dan kering agar mudah di bakar dan kita tambah plastik-plastik yang di buang pengunjung yang tak peduli akan ke indahan alam ini.
selesai sholat isa' berjama'ah kami tidur telentang menatap langit dengan berbagai bintang sambil berbincang-bincang. Beberapa jam sekitar jam 10 orang tertidur pun di bangunkan dengan tendangan kecil air hujan yang mengusik tidur kita. Dan di situlah kita sadar walau klasik dan jelek tenda itu sangat berguna. Padahal tadi sore sempat berfikir tidak mendirikan tenda.
saat pagi kami bersiap berfoto narsi bareng saat sunrise tiba. Kami siap di samping batu karang besar yang di hempas ombak air laut dari samudra hindia.
Selesai itu sebelum kembalik ke sendang biru kita jebur dan berenang lagi di pantai segara anakan.
Pada jam 7.30 kami siap menerjang melintasi jalan berlumpur campur batu kembali dengan girang dan penuh semangat. Sesampai di pantai keluar dari hutan kamipun bersorak senang telah lolos dari terkaan lumpur bercampur batu yang ganas itu dan membersihkan diri sambil menunggu kapal.
Kapal tiba kamipun mnyebrang dan kembali ke pantai sendang biru mandi dan kembali ke Malang kota dengan senyuman.
Selesai nemui teman yg ku kenal saat di sempu yg datang ke belakang kampusku untuk minta file foto saat ke kampus. Yang mengagetkanku saat ku temua tampangnya saat di sempu tak sesuai dengan yang kulihat sekarang ini dia datang dengan membawa mobil warna merah tapi tampang memang tak menjadi patokan saat ini apa lagi style nya sangat tidak bisa di buat patokan sebgai orang kaya dengan badan gemuk, kepala besar dan agak hitam dengan pakaian celana besar tak serasi dengan pakaianya sangat jauh dari pikiranku ini.
tak penting untuk membahas materi orang yang terpenting banyak-banyak relasi di manapun dan siapa pun gak usah perduli dia kaya ato miskin yang terpenting adalah kita harus mampu menempatkan kita pada sikap yang sesuai jangan terpengaruh oleh pergaulan yang jelek kita ku harus mampu mengambil segi positivenya, itu yang terbenak di pikiranku saat itu.
Selesai dari situ saya nyari makan di warung Mak.Dur, warung yang sering kukunjungi karena murah dan banyak orangnya juga baik. Di panggil Mak.Dur karena ibu itu berasal dari madura.
Sesampai di ma'had selesai makan aku teringat sudah seminggu lewat saat adventure ke sempu di tempat yang tak ku bayangkan perjalananya yang ku kira ada jalan setapak yang mudah di jangkau dengan cepat ternyata jalanya tak ada itu hanya hutan belantara yang di paksa di injak-injak orang yang pengen ke sempu. Akhirnya kita juga paksa jalan menginjak i lumpur bercampur batu besar dan kecil serta kadang kala ada yang tajam sampai kaki kananku ada yang berdarah karena menginjaknya,, licin pun menjebak kami sampai kadang mempersulit langkah kami.
Tak semua itu terasa terobati saat sudah dekat dengan pantai yang terdengar ombak dan suara orang-orang yang sudah dulu sampai dan menginap disana.
Disana air tawar adalah barang dengan harga yang mahal karena di pulau itu tak di temukan sedikitpun sumber air tawar. Sehingga semua harus membawa persiapan air sebelum masuk ke pulau sempu. Ada yang cuman sehari langsung balik dan menurutku itu sangat rugi karena tidak sesuai dengan perjuangan untuk melewati jalana berlumpur yang menyulitkan itu.
Kami menyewa tenda yang sangat klasik yang tak kami pikir bahwa ternyata disana semua tenda sudah instan dan modern dan kita agak malu untuk mendirikanya dan serasa di bodohi oleh penyewanya. akhirnya tenda didirikan di sore hari saat kita sudah butuh untuk beristirahat di malam hari.
matahari sudah mulai menyembunyikan sinarnya dan malampun mulai menampakkan gelapnya kamipun bersiap memnyalakan api yang sudah kita siapkan sore tadi. Kita cari kayu kecil dan kering agar mudah di bakar dan kita tambah plastik-plastik yang di buang pengunjung yang tak peduli akan ke indahan alam ini.
selesai sholat isa' berjama'ah kami tidur telentang menatap langit dengan berbagai bintang sambil berbincang-bincang. Beberapa jam sekitar jam 10 orang tertidur pun di bangunkan dengan tendangan kecil air hujan yang mengusik tidur kita. Dan di situlah kita sadar walau klasik dan jelek tenda itu sangat berguna. Padahal tadi sore sempat berfikir tidak mendirikan tenda.
saat pagi kami bersiap berfoto narsi bareng saat sunrise tiba. Kami siap di samping batu karang besar yang di hempas ombak air laut dari samudra hindia.
Selesai itu sebelum kembalik ke sendang biru kita jebur dan berenang lagi di pantai segara anakan.
Pada jam 7.30 kami siap menerjang melintasi jalan berlumpur campur batu kembali dengan girang dan penuh semangat. Sesampai di pantai keluar dari hutan kamipun bersorak senang telah lolos dari terkaan lumpur bercampur batu yang ganas itu dan membersihkan diri sambil menunggu kapal.
Kapal tiba kamipun mnyebrang dan kembali ke pantai sendang biru mandi dan kembali ke Malang kota dengan senyuman.
Labels:
Notes
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment