Labels

JUMLAH PENGUNJUNG

Flag Counter
Sunday, February 1, 2015

BLUE PRINT DARI BROMO Part I




Malang - Berawal dari ide iseng obrolan dengan someone spesial sampai dengan sahabat Deny –CO Pengkaderan Hatta-. Saat itu hanya menawarkan ide ke Bromo, respon cepat di lakukan Deny meng-iya-kan tawaran saya. Hal itu pastinya karena merasa kebosanan sangking nganggurnya. Kebetulan memang masuk kuliah masih lama yakni 9 Februari 2015. Sedangkan saat itu baru tangga 26 januari 2015.

Sebenarnya ide tersebut bukan untuk orang banyak. Akan tetapi hasil pertimbangan dan perbincangan ide ini jadi agenda jalan-jalan anak-anak rayon yang belum pulang dan masih di malang. Langsung saja saya beri opsi tanggal 28 agar tanggal sebelumnya di manfaatkan untuk persiapan dan untuk broadcast maupun Jarkom lewat SMS seluruh anggota yang berminat.

Menjelang hari keberangkatan persiapan kami mulai dengan membeli jagung dan Ubi-ubian untuk di buat agenda bakar-bakar disana. Pagi hari tepatnya sekitar jam 10.00pm saya dengan Deny membeli keperluan tersebut di Pasar Merjosari. Ada sedikit hal menarik disana yang kami temui. Berawal dari mebandingkan harga jagung manis disana sini sampai lah ketemu dengan dengan pedangan di disebut oleh tetangga pedagangnya juga sebagai Ratu Tidur. Ya memang tepat sekali kalo orang-orang menyebutnya seperti itu.
Saat kami menghampiri pedagang tersebut, kami memanggilnya berkali-kali tapi tak kunjung ia bangun. Saat itu saya berinidiatif dengan membuat bising dengan mengetuk timbangan sehingga nyaring dan akhirnya terbangun dengan mata masih tertutup mata. Kesempatan tersebut segera saya manfaatkan untuk bertanya harga jagung. Kesimpulannya harga jagungnya sama semua hehe. Tapi di situ lebih banyak pilihanya. Sebenarnya dengan membeli banyak kami inngin minta discount harga, tapi apa boleh buat orangnya sudah tak bisa di bangunkan. Dalam hati jahat saya berfikir kalo kami ambil banyak pasti gak mungkin tau orangnya. Tetapi hati baik Alhamdulillah lebih kuat dengan mengajak lebih jujur.

Entah mengapa orang yang setiap lewat sana selalu beralih pindah karena pedagang tersebut tidur dan di manfaatkan oleh pedagang sampingnya untuk mengambil pelangganya untuk beralih. Dan semuanya akhirnya beralih kecuali kami. Di situ terbersit di ingatan saya saat dulu belajar bahwa kita dilarang tidur di pagi hari dan katnya akan membuat kita fakir mungkin karena bakal seperti yang di alami pedagang tersebut. Karena pagi hari adalah waktunya beraktifitas dan mencari rizeki. Kalau kita tidur kabur dah rikinya. Yang jadi pertanyaan kalo kerjanya malam bagaimana? Masih tidak baik kah ?

0 comments: