About Me
Entri Populer
Tuesday, February 10, 2015
BLUE PRINT DARI BROMO Part V
Bromo - Saat terik matahari
sudah mulai menghangatkan kulit. Kami masih bergembira dan asik dengan
kamera-kamera yang ada di Hp kami. Ada yang sebagaian bercanda-canda dengan
memakai bendera –Bendera PMII- yang kami bangga-banggakan disana. Sambil di
ambil gambarnya kami berlarian mengejar bendera tersebut. Dan terakhir kami
berfoto disana dengan berbaris memegang bendaera tersebut seperti memegang
bendara fair play yang ada saat pertandingan sepak bola.
Seusai di tengah lautan pasir tesebut. Kami bergegas menuju kawah
dari gunung bromo yang masih aktif. Di lautan pasir tersebut perjalanan kami
agak kewalahan karena ada sebagian pasir bisa menenggelamkan sepedah motor
kami. Pasir-pasir tersebut seakan ingin menyedot kami dan menenggelamkan kami
ke dalam pasir. Motor-motor mulai bergulingan hampir jatuh setiap kami bergerak
dengan cepat. Pasir-pasir tersebut seakan merasakan getaran cepat ban-ban motor
kami. Apabila kami bergerak cepat tak ragu-ragu ban motor kami akan di
tenggelamkanya
.
Selang beberapa menit sampailah kita ke kawah Gunung Bromo. Tumpukan
material pasir hitam seakan ingin berdiri menjulang di tengah-tengah gurun
pasir yang sudah bertebaran disana. Gunung yang masih mengeluarkan asap
tersebut bisa saja-sewaktu waktu naik pitam dan mengubur semua orang disana
dengan pasir tersebut. Kami dengan semua rombongan memarkirkan sepedah dan
mulai menaiki puncak kawah tersebut. Tangga yang berjumlah sekitar 240 itu kami
injak satu demi satu. Sebelum mecapai tangga kami harus berjalan melewati
tumpukan pasir yang sudah mengeras itu dengan berjalan kaki. Disana ada
sebenarnya ada transportasi kuda bagi yang malas dan tidak mau terlalu capek
untuk menaikinya. Banyak sahabat-sahabat kami memilih untuk berjalan kaki
dengan alasan masing-masing.
Sampai di puncak kawah tersebut kami kibarkan kembali bendera
kebanggaan kami yakni bendera yang bertuliskan PMII Rayon Ekonomi “Moch.
Hatta”. Dengan bangganya kami berfoto berkali-kali sambil melepas canda tawa.
Keakraban kami terbentuk sebagai sahabat-sahabat disana. Kami juga bertemu
dengan sahabat dari UIN dari kampus lain yang pernah berkunjung ke kampus –UIN
Maliki Malang- kami. Salam sapa menambah selaturahmi kami kepada mereka.
Puas sudah di kawah tersebut kami beranjak turun untuk melanjutkan
perjalanan. Rute kami selanjutnya kembali lewat probolinggo yang awalnya start
melewati daerah pasuruan. Kami lewat probolinggo untuk bertemu dengan sahabat
kami –Nasrullah- yang ada di probolinggo. Sebenarnya sahabat nasrullah di ajak
untuk menunjukan jalan akan tetapi ternyata kami sampai di Bromo tidak melewati
tempatnya menunggu. Dari situ kami berinisiatif untuk mengunjunginya agar
selaturahim kami tetap tersambung disana. Di probolinggo kami beristirahat
cukup lama karena memang perjalanan kemarin-kemarinya sangat melelahkan.
Rombongan kami terpecah disana. Beberapa sahabat kembali pulang karena ada
acara lain yang perlu dikerjakan. Dan sebagian yang lain melanjutkan untuk
pergi ke rumah sahabat Nasrul yang ada di Paiton. Saya sendiri ikut ke rumah
sahabat Nasrul. Dari perjalan tersebut kami cukup lelah tapi juga sangat
bahagia. Di rumah Nasrul kami juga berkunjung ke bebrapa tempat seperti Candi
Jabung dan Pantai Pesisir tempat pelatihan menembak. Dirumahnya kami juga di
berikan sambutan yang luar biasa selama dua hari tersebut.
Lengkap 4 hari kami melakukan perjalan dan kami kembali pada
tanggal 31 Januari 2015. Dari perjalnan kembali tersebut saya mengingat bahwa
saya pernah membuat suatu jalur perjalan yang tak seorangpun tau saat itu.
Perjelanan tersebut sebagai Blue Print dan syarata perjalanaku untuk sampai
berkeliling ke Mancanegara. Syarat tersebut sudah terpenuhinya dengan dengan
mengunjungi Gunung Bromo. Saya semakin yakin dengan Blue Print tersebut. Allah
memberikan jalan atas semua rencana-rencana yang saya buat. Semua perjalanan
memiliki tantangan-tantangan masing-masing. Semoga Blue Print yang telah saya
tulis bisa berjalan terus. Hal ini sungguh luar biasa kalo kita berani
menuliskan keinginan-keinginan masa depan kita dengan se-detil mungkin. Kami
tulis dan simpan dan setelah itu lihatlah kejadian-kejadian yang kita tulis
beberapa tahun kemudian. Coretlah berapa target yang tercapai saat itu. Hal
tersebut memberikan hikmah betapa hebatnya apabila setiap apa yang kita lakukan
kita rencanakan dengan matang. Buah kesuksesanlah yang bakal kita jumpai. Luar
Biasa !!
Labels:
Notes
Subscribe to:
Post Comments (Atom)




1 comments:
Like :)
Post a Comment