Labels

JUMLAH PENGUNJUNG

Flag Counter
Friday, February 6, 2015

BLUE PRINT DARI BROMO Part III




Tengger – Setelah sampai disana dan melaksanakan ibadah sholat isya’, kami bercengkrama bersama di tengah parkiran dengan suhu yang sangat dingin. Bercanda-canda disana sangat menghangatkan suasana yang dingin tersebut. Setelah selang beberapa menit, sahabat deni mendapatkan penginapan murah hasil dari negosisasi. Akhirnya kami dan semua sahabat mulai bergerak pindah menuju penginapan.

Sesampai di penginapan sahabat-sahabat semua riang gembira karena tempatknya cukup banyak tempat tidur. Saya dan beberapa sahabat yang mempelopori perjalanan berinisiatif melaksanakan bakar-bakar jangung di penginapan. Sebenarnya sebelumnya ada beberapa pertimbangan antara sahabat bagus yang menginginkan bakar-bakar di lautan pasir, akan tetapi pertimbangan yang lebih menguat saat disana pastinya semua hanya memikirkan foto-foto dan sebagainya. Akhirnya bakar-bakar jagung dilaksanakan di depan penginapan.

Saat melakukan bakar-bakar jagung ternyata tak semudah yang di bayangkan. Sangat sulit bagi kami menyalakan arang yang keburu kedinginan pula. Berkali-kali kami menyalakanya mulai dengan kertas sampai dengan plastik-plastik botol aqua untuk membantuk pembakaran, akan tetapi hal tersebut belum bisa membantu dengan maksimal. Kemudian sang wakil rayon –Joko- berinisiatif mengambilkan bensin di motornya dengan memakai plastik. Bensin tersebut di tarik oleh Deni –CO Pengkaderan- dan dilemparkan ke arang tersebut. Lucu dan berbahaynya terntaya tangan Deni ikut di kejar-kejar oleh api yang sangat panas tersebut. 

Setelah arang menyala suasana dingin semakin hangat. Jagung mulai di bakar sambil berselfie ria di depan arang yang panas. Ada yang bercanda tawa di luar ada pula yang di dalam ruangan. Suasana seperti ini semakin membuat kami semakin akrab dengan semua sahabat-sahabat. Efek dari memakan jagung belum tersana pada waktu pertama menikmatinya. Setelah semuanya istirahat dan beberapa jaga motor, barulah efek dari jagung tersebut terasa. Waktu saat tidur banyak dari sahabat-sahabat mengeluarkan gas beracun. Hehehemenggelikan sekali akan tetapi ini yang membuat seru dan ramai di seisi ruangan tersebut.

Sekitar jam 03.00 kami mulai beranjak dan bersiap-siap untuk masuk kawasan Bromo untuk melihat indahnya Sunrise diatas sana. Penginapan sudah di bersihkan akan tetapi ada beberapa kendala dari sahabat Bagus yang sedang mengalami masalah Motor. Motor yang di kendarai oleh bagus baannya bocor. Beberapa opsi akhirnya muncul, mulai dari bagus yang harus tinggal sampai siang nanti menunggu bannya di tambal akan tetapi gak mau menyusul. Dan opsi di tinggal motornya dan ikut Kamil, setelahnya di ambil kembali. Sangking bersi kerasnya sahabat bagus yang bilang sulit kalau kembali, ia ingin menunggu disini dengan salah satu sahabat yang di tinggal. Alhamdulillah saat mencari tempat tambal dia disarankan untuk meninggal motornya dan mengambil kembali nanti setelah melihat sunrise. Tepat jam 03.30 kami berangkat menuju puncak dengan suhu yang semakin dingin dengan di tambah rintikan hujan seperti es. Perjalanan yang luar biasa dingin.

0 comments: